Hari gini niat aja ga cukup ya.
Bahkan resources gratis bejibun di internet pun belum bisa menggerakan kita untuk memulai belajar. Alih2 malah ngebuat kita makin overwhelmed karena bingung start nya dari mana
Mulai dari mengenal proses sederhana ngebuat interface..
Kamu yg pernah interview dan freelance, pasti pernah ditanya pertanyaan serupa
“How’s your design process look like?”
Selama 11 tahun berkarya, aku selalu mengikuti proses yang sama. Proses yang merangkum pekerjaan UX Research, UX Design, UI Design dan juga Ix Design menjadi 1 urutan yang singkat.
Research - Wireframe - Design - Prototype - Handoff
Research
Kalau kamu ingin lebih rumit dan kompleks ya tentu bisa aja. Setiap langkah di atas bisa dijabarkan detail sampe anak cucunya. Contohnya bagian Research yg bisa dibreakdown lebih dalem seperti yg dilakuin oleh Mei Zhang.

Tapi saranku, ga perlu ngikutin sedetail itu untuk pertama kali memulai. Cukup ambil satu aksi sederhana di setiap tahapannya. Contoh, untuk Research sebelum mendesain interface, kamu bisa pilih 1 dari 6 metode ini sesuai dengan tujuan dan kondisi yg kamu hadapi.
- In depth Interview, Wawancara 1 on 1. Pendekatan yang baik untuk menggali topik sensitif.
- Usability Testing, Menguji desain dengan skenario. Fokus pada penyelesaian task.
- Survey, Mendeskripsikan karaktristik dari populasi yang besar.
- Competitive Analysis, Pengukuran kekuatan dan kelemahan suatu produk (baik buatan perusahaan sendiri maupun kompetitor).
- Online Research, Ringkasan menyeluruh dari informasi yang ditemukan di internet.
- Case Study Research, Ringkasan menyeluruh dari analisis kasus yang memiliki topik serupa dengan yang ingin diteliti.
Wireframe
Membuat coretan2 kasar dan sederhana untuk mencari berbagai alternatif solusi dari problem yg kamu hadapi.
Mungkin kamu udah ada bayangan layout interface yg kamu ingin desain. Coba tuangkan secara kasar dalam bentuk kerangka interface, atau kerangka userflow. Gunanya mengubah ide abstract di pikiranmu menjadi nyata dan juga menjadi alat komunikasi bersama client.
Jangan tunggu design akhir jadi, di tahapan ini pun kamu udah bisa diskusiin dan minta feedback kalo direction ini sesuai dengan apa yg mau kalian capai.

Dengan low-fi diagram ini, aku masih inget, client seneng pisan karena bukan hanya kita yang mencari kejelasan, tapi mereka pun merasa terbimbing mencari tau lebih dalam ide awal. Terkuaklah masalah2 yang ternyata lebih banyak dari perkiraan awal (yg sebelumnya tidak terlihat karena tidak dipetakan).

Terbuka tabir2 hal baru yang ga pernah terpikirkan sebelumnya. Client merasa senang dan credibility kita pun meningkat.
